Tips Umum Membuat Resume

3 01 2009

Resume atau riwayat singkat yang berisi pengalaman dan ketrampilan yang dimiliki oleh seseorang yang melamar sebuah pekerjaan amatlah menentukan bagi dipilih atau tidaknya si pelamar untuk masuk ke tahapan selanjutnya dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan. Resume yang dibuat dengan baik akan mempermudah pembacanya (baca: recruiter) dalam mengevaluasi kualifikasi yang dimiliki oleh si pelamar.

——————-
Pentingnya membuat resume yang dirancang secara khusus (bukan menjiplak model resume orang lain) seringkali tidak disadari oleh si pelamar. Dalam banyak kasus masih sering dijumpai bahwa pelamar justru menggunakan format resume yang sudah baku dengan cara membeli formulir resume yang dijual di toko-toko buku atau pun mendownload formulir yang terdapat di websites. Memang hal ini tidaklah sepenuhnya salah, namun demikian si pelamar hendaklah mempertimbangkan apakah format tersebut sudah cocok dengan karakter dirinya. Apa yang terjadi jika ternyata format baku tersebut, setelah diisi oleh pelamar, ternyata justru banyak menyisakan ruang kosong alias tidak dapat diisi semuanya. Bukankah hal demikian justru dapat menyebabkan si pelamar tampak penuh dengan kekurangan di mata si pembaca resume tersebut. Selain itu resume menjadi tidak enak untuk dilihat.

Dalam kompetisi memperebutkan pekerjaan di tengah – tengah situasi ekonomi yang tidak menggembirakan saat ini, ditambah lagi dengan banyaknya jumlah pencari kerja, tidak jarang para pengusaha (baca: orang yang mempekerjakan) harus meluangkan banyak waktu untuk menyeleksi para calon pekerja yang berkualitas. Mengingat bahwa satu jabatan yang lowong bisa dilamar oleh ratusan bahkan ribuan pelamar, maka pengusaha sangat mengandalkan resume pelamar untuk menyaring/menyeleksi mereka untuk dipanggil wawancara atau test dalam proses berikutnya. Dengan kondisi demikian maka pelamar yang tidak dapat membuat resume yang dapat menggambarkan kualitas dirinya dalam bentuk resume yang menarik, padat, dan lugas akan sangat kecil kemungkinannya untuk dipanggil. Alangkah sayangnya jika pelamar ternyata sangat menguasai bidang yang dilamarnya tetapi gagal hanya karena resume yang dibuatnya tidak berkenan di hati pengusaha/pembaca.

Dengan membuat resume secara menarik, padat dan lugas si pelamar sebenarnya memperoleh manfaat yang sangat besar bagi dirinya karena ia telah mampu:

Memberikan fakta-fakta tentang latar belakang pelamar.
menunjukkan kualifikasi yang dimiliki sehingga layak untuk memangku jabatan yang dilamar memperlihatkan tujuan karir yang diinginkannya.

Sumber: http://info-pekerjaan.blogspot.com





Tips Hadapai Wawancara Kerja

3 01 2009

1. Kesegaran Fisik dan Mental
Usahakan untuk beristirahat dan relaks sebelum wawancara, kalau perlu sejak sehari sebelum tanggal wawancara. Anda bisa misalnya santai di rumah sambil melakukan hobi Anda. Pergi ke salon, memasak, dan sebagainya. Pokoknya, hindari melakukan hal-hal yang justru akan membuat tegang saraf Anda. Tujuannya adalah agar keesokan harinya Anda merasa segar dan siap menghadapi wawancara dengan kondisi fisik dan mental yang prima.

2. Performance atau Penampilan
Pilih busana dengan warna-warna dasar, seperti hitam, putih, krem, cokelat, atau biru tua, sehingga mudah dipadupadankan. Agar busana yang Anda kenakan sesuai dengan bentuk tubuh, ada baiknya Anda mengenali lebih dulu bentuk tubuh Anda. Secara umum, bentuk tubuh manusia ada tiga, yakni oversize, mungil, dan proposional.

Hindari rok yang sempit dan supermini, karena akan mengganggu kenyamanan Anda. Untuk blus, hindari belahan dada yang rendah dan bahan yang tipis. Dan jika Anda menganakan blazer, hindari memilih blazer yang sangat longgar, atau sebaliknya, blazer yang sangat ketat. Kenakan blazer yang pas di tubuh Anda.

Untuk dandanan dan aksesoris, usahakan jangan berlebihan, karena akan menimbulkan kesan suka berhias daripada serius bekerja. Satu lagi, jangan mengenakan celana panjang (sekalipun rapi dan berbentuk jas), karena akan menimbulkan kesan tidak sopan. Ingat, performance atau penampilan saat wawancara merupakan tahap awal perusahaan menilai kepribadian diri calon karyawannya.

3. Etika Wawancara
Terkadang, Anda grogi ketika wawancara, sehingga etika wawancara pun tak sempat lagi terpikir di benak Anda. Padahal, etika sangatlah penting dan dapat menambah poin untuk diri Anda. Sikap duduk, misalnya. Duduklah dengan tenang dengan tangan di atas pangkuan. Usahakan punggung tidak menyender ke kursi yang Anda duduki.

Saat berbicara, biasakan menggunakan “Saya”, ketimbang menggunakan “Aku,” karena ini menunjukkan kesan Anda seorang yang arogan. Jawablah dengan jujur setiap pertanyaan dari si pewawancara. Jangan ragu untuk bertanya saat Anda diberi kesempatan bertanya. Biasanya, si pewawancara menjelaskan tidak secara detail, hanya pokok-pokoknya saja.

Satu lagi, jika Anda sedang mengunyah permen, usahakan permen tersebut dibuang lebih dulu. Jangan masuk ke ruang wawancara dengan mulut asyik mengunyah permen. Ini akan menimbulkan kesan bahwa Anda tidak serius.

4. Survei Dahulu Profile Perusahaan
Jika memungkinkan, sebelum memenuhi panggilan wawancara, Anda mencoba mencari tahu profil perusahaan yang mengundang Anda. Jika Anda memiliki teman di perusahaan tersebut, mintalah gambaran singkat mengenai bidang usaha perusahaan. Tanyakan pula, siapa nanti yang akan mewawancarai Anda. Dan yang sangat penting adalah posisi yang nanti akan Anda tempati. Sedetail atau sesingkat apa pun keterangan yang Anda peroleh, itu merupakan bahan masukan yang sangat berharga bagi diri Anda.

5. Datang Tepat Waktu
Perhatikan benar-benar tanggal dan waktu wawancara. Sediakan beberapa menit untuk merapikan diri lebih dahulu, sebelum masuk ke ruang wawancara. Yakinlah bahwa diri Anda tampil serapi dan sebersih mungkin. Datanglah tepat pada waktunya, bahkan kalau mungkin, datanglah beberapa menit sebelumnya. Misalnya jadwal wawancara pukul 10 pagi, usahakan Anda sudah hadir 30 menit sebelumnya. Jadi, Anda tidak terburu-buru menyiapkan diri.

Ada hal positif dan nilai plus, jika Anda datang lebih awal atau tepat waktu (on-time). Si pewancara akan menilai Anda sebagai orang yang disiplin terhadap waktu dan dapat me-manage (mengatur) waktu dengan sebaik-baiknya. Tentu, perusahaan akan lebih memilih karyawan yang rajin dan bekerja tepat waktu daripada yang sering terlambat.

Biasanya, sebelum wawancara berlangsung, Anda diminta untuk mengisi data diri untuk keperluan arsip perusahaan. Umumnya, waktu untuk mengisi data tersebut sekitar 10 – 15 menit. Isilah data dengan jelas dan lengkap, jangan membingungkan di pewawancara. Apabila ada yang kurang jelas, jangan ragu untuk bertanya, sehingga Anda tidak salah mengisi data tersebut.

sumber:tabloidnova





Tips Hadapai Wawancara Kerja

3 01 2009

1. Kesegaran Fisik dan Mental
Usahakan untuk beristirahat dan relaks sebelum wawancara, kalau perlu sejak sehari sebelum tanggal wawancara. Anda bisa misalnya santai di rumah sambil melakukan hobi Anda. Pergi ke salon, memasak, dan sebagainya. Pokoknya, hindari melakukan hal-hal yang justru akan membuat tegang saraf Anda. Tujuannya adalah agar keesokan harinya Anda merasa segar dan siap menghadapi wawancara dengan kondisi fisik dan mental yang prima.

2. Performance atau Penampilan
Pilih busana dengan warna-warna dasar, seperti hitam, putih, krem, cokelat, atau biru tua, sehingga mudah dipadupadankan. Agar busana yang Anda kenakan sesuai dengan bentuk tubuh, ada baiknya Anda mengenali lebih dulu bentuk tubuh Anda. Secara umum, bentuk tubuh manusia ada tiga, yakni oversize, mungil, dan proposional.

Hindari rok yang sempit dan supermini, karena akan mengganggu kenyamanan Anda. Untuk blus, hindari belahan dada yang rendah dan bahan yang tipis. Dan jika Anda menganakan blazer, hindari memilih blazer yang sangat longgar, atau sebaliknya, blazer yang sangat ketat. Kenakan blazer yang pas di tubuh Anda.

Untuk dandanan dan aksesoris, usahakan jangan berlebihan, karena akan menimbulkan kesan suka berhias daripada serius bekerja. Satu lagi, jangan mengenakan celana panjang (sekalipun rapi dan berbentuk jas), karena akan menimbulkan kesan tidak sopan. Ingat, performance atau penampilan saat wawancara merupakan tahap awal perusahaan menilai kepribadian diri calon karyawannya.

3. Etika Wawancara
Terkadang, Anda grogi ketika wawancara, sehingga etika wawancara pun tak sempat lagi terpikir di benak Anda. Padahal, etika sangatlah penting dan dapat menambah poin untuk diri Anda. Sikap duduk, misalnya. Duduklah dengan tenang dengan tangan di atas pangkuan. Usahakan punggung tidak menyender ke kursi yang Anda duduki.

Saat berbicara, biasakan menggunakan “Saya”, ketimbang menggunakan “Aku,” karena ini menunjukkan kesan Anda seorang yang arogan. Jawablah dengan jujur setiap pertanyaan dari si pewawancara. Jangan ragu untuk bertanya saat Anda diberi kesempatan bertanya. Biasanya, si pewawancara menjelaskan tidak secara detail, hanya pokok-pokoknya saja.

Satu lagi, jika Anda sedang mengunyah permen, usahakan permen tersebut dibuang lebih dulu. Jangan masuk ke ruang wawancara dengan mulut asyik mengunyah permen. Ini akan menimbulkan kesan bahwa Anda tidak serius.

4. Survei Dahulu Profile Perusahaan
Jika memungkinkan, sebelum memenuhi panggilan wawancara, Anda mencoba mencari tahu profil perusahaan yang mengundang Anda. Jika Anda memiliki teman di perusahaan tersebut, mintalah gambaran singkat mengenai bidang usaha perusahaan. Tanyakan pula, siapa nanti yang akan mewawancarai Anda. Dan yang sangat penting adalah posisi yang nanti akan Anda tempati. Sedetail atau sesingkat apa pun keterangan yang Anda peroleh, itu merupakan bahan masukan yang sangat berharga bagi diri Anda.

5. Datang Tepat Waktu
Perhatikan benar-benar tanggal dan waktu wawancara. Sediakan beberapa menit untuk merapikan diri lebih dahulu, sebelum masuk ke ruang wawancara. Yakinlah bahwa diri Anda tampil serapi dan sebersih mungkin. Datanglah tepat pada waktunya, bahkan kalau mungkin, datanglah beberapa menit sebelumnya. Misalnya jadwal wawancara pukul 10 pagi, usahakan Anda sudah hadir 30 menit sebelumnya. Jadi, Anda tidak terburu-buru menyiapkan diri.

Ada hal positif dan nilai plus, jika Anda datang lebih awal atau tepat waktu (on-time). Si pewancara akan menilai Anda sebagai orang yang disiplin terhadap waktu dan dapat me-manage (mengatur) waktu dengan sebaik-baiknya. Tentu, perusahaan akan lebih memilih karyawan yang rajin dan bekerja tepat waktu daripada yang sering terlambat.

Biasanya, sebelum wawancara berlangsung, Anda diminta untuk mengisi data diri untuk keperluan arsip perusahaan. Umumnya, waktu untuk mengisi data tersebut sekitar 10 – 15 menit. Isilah data dengan jelas dan lengkap, jangan membingungkan di pewawancara. Apabila ada yang kurang jelas, jangan ragu untuk bertanya, sehingga Anda tidak salah mengisi data tersebut.

sumber:tabloidnova





Jurus Anti Grogi Wawancara

3 01 2009

Setelah melalui rangkaian tes, akhirnya sampai juga tahap wawancara. Bisa bahaya, nih, kalau sampai nggak bisa jawab!

Nih, tak kasih bocoran pertanyaan yang biasa ditanyakan pas wawancara kerja….

• Apa Kelemahan Anda? Pewawancara mencari tahu titik kelemahan kita, yang hanya diketahui ibu, sahabat atau pacar kita . Tapi justru pertanyaan seperti inilah yang paling sering dilontarkan pada saat wawancara kerja. Jadi lebih baik kalau kita sudah siap. Saat kita di atas angin atas prestasi kita selama ini, tiba-tiba pewawancara menanyakannya tentang “kelemahan dan kegagalan” kita.

Cara Ngeles:Berikan jawaban taktis sekaligus humoris untuk mengatasinya. Misalnya, “Saya lebih suka makanan yang manis daripada yang asin.” Bisa jadi pewawancara akan ikut tertawa dan akhirnya melupakan pertanyaan tersebut. Fiuh… selamat!

Jika tidak, cobalah jawaban seperti “Saya sungguh tidak dapat memikirkan satu pun”, atau yang lebih baik lagi, “Saya tidak menguasai segala hal, tapi saya tidak mengartikan ini sebagai kelemahan. Saya menyamakan kelemahan dengan kerapuhan dan saya tidak menganggap diri saya rapuh. Jika ada sesuatu yang tidak dapat saya lakukan atau tidak saya ketahui, saya akan mencari seseorang yang dapat melakukannya atau mengetahuinya”.

• “Gaji yang Anda minta terlalu tinggi. Memang sehebat apa, sih, Anda?”Ada baiknya kita survei dulu, berapa gaji untuk posisi yang kita ingini di perusahaan tersebut? Jangan lupa untuk cari tahu kesejahteraan atau fasilitas apa saja yang diberikan oleh perusahaan. Nggak perlu juga ‘menjual diri’ berlebihan karena itu bakal menyebalkan dan bukti kalau kita nggak pede tampil apa adanya.

Cara Ngeles:

“Soal seberapa hebatnya saya, tentu penilaian itu akan datang dari Bapak/Ibu. Saya pikir jumlah itu sebanding dengan kemampuan dan pengalaman saya dan masih berada dalam kisaran gaji dalam pasar kerja. Selain itu, seperti yg tertulis pada CV, saya sudah pernah mengerjakan A, B, C dengan hasil sangat memuaskan. Jika saya mendapatkan pekerjaan ini, saya senang sekali bila dapat membuktikannya kepada Bapak/Ibu.

Sumber : CC





Menulis Surat Lamaran Kerja

3 01 2009

Surat lamaran pekerjaan (kerja) dapat dibuat dengan dua cara yaitu:
Surat lamaran pekerjaan yang digabungkan dengan riwayat hidup (resume, curriculum vitae). Dalam model ini riwayat hidup termasuk isi surat. Karena isinya berupa gabungan, model ini juga disebut model gabungan
Surat lamaran yang dipisahkan dari riwayat hidup. Dalam model ini riwayat hidup merupakan lampiran. Karena itu model ini juga disebut model terpisah. Model terpisah ini lebih banyak dipakai. Walaupun dalam pembuatannya memerlukan dua kali kerja, namun surat lamaran model ini lebih digemari oleh pencari kerja karena suratnya tidak panjang.

Isi surat lamaran harus singkat, padat, tidak bertele-tele, langsung mengenai persoalannya.
Yang dikemukakan ialah semua hal yang disyaratkan oleh lowongan jabatan yang bersangkutan.

Yang harus diperhatikan dalam menulis surat lamaran pekerjaan adalah :

1. Data pribadi pelamar yang meliputi :
Nama Lengkap
Tempat dan Tanggal Lahir
Alamat
Telepon dan/atau HP
E-mail (bila ada, tidak wajib)
Status Perkawinan
Khusus untuk Nomor Telepon atau Nomor HP tersebut di atas, jangan lupa untuk menuliskannya. Karena perusahaan penerima lamaran anda akan dapat langsung dan dengan cepat menghubungi anda.
Bila anda tidak memiliki Telp/HP, maka gunakan Telp/HP tetangga/family/rekan anda.
Hal ini kelihatannya remeh padahal SANGAT PENTING, terutama untuk perusahaan yang sebenarnya hanya membutuhkan tambahan satu atau beberapa pegawai saja.

2. Pendidikan
Pendidikan formal misalnya SD/SMP/SMA/Akademi/S1, dsb.
Pendidikan non formal yaitu kursus-kursus atau pelatihan yang pernah diikuti

3. Pengalaman bekerja
Jika telah memiliki pengalaman kerja, sebutkan dalam surat lamaran, apakah sesuai dengan jabatan yang dilamar atau di bidang lain. Bila belum pernah bekerja sebaiknya menyebutkan kemampuannya untuk jabatan yang dilamar berdasarkan kemampuan yang dimilikinya itu.

4. Lampiran Surat Lamaran Pekerjaan
Lampiran adalah segala sesuatu yang disertakan dalam sebuah surat lamaran dengan maksud untuk mempertegas atau memperkuat surat tersebut sebagai bahan pertimbangan bagi pihak badan usaha atau instansi yang menawarkan pekerjaan.
Lampiran dalam surat lamaran pekerjaan adalah :
Daftar Riwayat Hidup atau CV (Curriculum Vitae) atau Resume
Foto copy Ijazah terakhir
Foto copy sertifikat kursus/pelatihan
Pas Foto terbaru
Surat Keterangan Catatan Kepolisian (tidak wajib, namun bila ada, lebih baik)
Surat Keterangan Kesehatan dari Dokter (tidak wajib, namun bila ada, lebih baik)

Sumber : Recruitment Rizki AAP, Arif Budiman’s Weblog, Sri Wahyuningsih

————————————————————————————

Berdasarkan riset sosial tentang kemampuan membuat surat lamaran kerja, ada beberapa kesalahan yang kadang terjadi. Sehingga sudah ribuan lamaran kerja anda kirimkan, namun belum ada balasannya. Mungkin salah satu tips di bawah ini adalah masalahnya.

1. JANGAN TERLALU BERTELE-TELE
Saya sangat tertarik dengan iklan yang dimuat.
Oleh karena itu saya bermaksud untuk melamar pekerjaan tersebut.
Juga sekalian harapan saya, dengan surat lamaran ini
kita bisa mempererat tali silaturahmi antara kita berdua.
Bukankah dalam agama pun telah diterangkan betapa pentingnya arti sebuah silaturahmi …. …………………………..

2 BAHASANYA JANGAN SOK GAUL
Dengan hormat banget , boss !!!
Halo boss, capee deeehhh !!! apa kabar nich…..?
Saya mo ngelamar kerja nich..boleh dong…
Please…boleh ya………
……………………………

3 BAHASANYA JANGAN SOK PREMAN
Gue pernah kerja di kantor bokap,
tapi gue dikeluarin, setan banget deehhh !!
Sekarang gue ngelamar kerja di kantor elo,
ga usah khawatir soal jabatan deh…..
Ok deh !! gue tunggu panggilan kerja dari elo.
………………………………..

4 BAHASANYA JANGAN SOK AKRAB
Dengan hormat,
Hai apa kabar nih? baik-baik aja kan ?
Saya juga ketika menulis surat ini dalam keadaan sehat wal afiat.
Semoga Bapak juga baik-baik aja seperti saya disini.
Ngomong-ngomong gimana kabar anak-anak, sehat kan ?
Istri pasti makin cantik aja…..salam aja ya buat mereka.
Oya .. hampir lupa, saya bermaksud melamar pekerjaan pada perusahaan Bapak, bisa kan ?
…………………………..

5 JANGAN TERLALU BANYAK MENGGUNAKAN SINGKATAN
Dgn Hrmt.
Ttrk dgn ikl lwg krj yg dmt pd srt kbr edisi sls.
Sy brmskd mengisi lwg yg bpk bthkn.
Dri thn 1999 – 2004, sy tlh bkj di aptk km farma, di bag cln srv.
………………………….

6. Jika tidak diminta, JANGAN MENENTUKAN GAJI
Untuk posisi manajer, saya minta gaji per bulan, 20 juta saja.
Untuk posisi pengawas lapangan, saya rasa cukup 2 juta per bulan.
Bila sebagai staf biasa …. gratis deh.
…………………………..
Sumber : Wan Abud, flamboyan.co.id

——————————————————————————–

Pada divisi bidang HRD atau rekrutmen di berbagai perusahaan, menerima surat lamaran merupakan menu sehari-harinya. Surat lamaran tersebut, baik yang dikirimkan melalui pos atau email, jumlah rata-ratanya bisa 10 s/d 1000 surat per hari (tergantung besar kecilnya perusahaan). Waktu yang terbatas dan pemenuhan kebutuhan perusahaan yang mendesak (speedy customer service) menuntut divisi bidang tersebut untuk mampu mengambil keputusan dengan cepat dan cermat dalam melakukan sortir dan seleksi.

Surat lamaran sepintas terlihat mudah dan tidak terlalu penting. Namun menulis surat lamaran sebenarnya memerlukan etika. Sebab isi surat lamaran dan kelengkapannya mencerminkan sikap dan kepribadian anda.

Beberapa hal yang penting untuk diketahui berkaitan dengan penulisan surat :

1. Surat yang efektif
Surat atau email tidak hanya berfungsi sebagai “duta” bagi si pengirim, namun harus mampu menarik perhatian si penerima dengan efektif. Jika surat ditulis secara efektif, kemungkinan untuk mendapatkan balasan yang cukup baik akan semakin besar. Ingat, begitu anda menerima panggilan untuk tes atau interview, berarti anda telah meraih sukses dalam point ini.

2. Perhatikan komposisi surat
Surat lamaran yang baik tentunya memiliki isi yang berkesinambungan. Bila anda mencantumkan posisi yang anda kehendaki, tunjukkan jati diri anda. Jangan sampai perekrut menilai anda plin-plan setelah membaca surat lamaran anda.

3. Batasi isi surat anda
Bayangkan bahwa penerima surat anda adalah orang yang sibuk. Selain ia harus menyortir lamaran yang masuk, ia harus mengambil keputusan dengan cepat siapa yang ‘qualified’, siapa yang tidak. Buatlah surat lamaran yang ringkas dan padat tapi tepat sasaran.

4. Bahasa surat
Ingatlah bahwa anda bukan tengah menulis surat cinta, tetapi surat lamaran kerja yang akan menentukan masa depan anda. Gunakanlah bahasa yang benar, sopan dan mudah diingat. Penting untuk dicatat, bahasa mencerminkan kepribadian anda.

5. Posisi yang sesuai untuk anda
Sebaiknya anda jangan membuang-buang waktu untuk melamar posisi yang tidak sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan anda. Fokuskan waktu dan energi anda untuk posisi yang mendekati kualifikasi anda. Dengan demikian anda telah ‘bekerjasama’ dengan perekrut dalam penentuan karir anda.

6. Lakukan pengulangan
Sempurnakan surat lamaran anda berdasarkan pengalaman, misalnya mengedit beberapa bagian setelah anda diundang untuk tes atau interview. Setiap kali anda selesai mengikuti kegiatan seperti Training atau Seminar, anda bisa tambahkan sebagai referensi untuk mendukung kualifikasi anda.

7. Anda punya “network” ?
Sebutkan saja. Bila anda mengenal dengan baik pihak-pihak yang bidangnya relevan dengan posisi yang sedang anda lamar, tidak ada ada salahnya anda jadikan sebagai referensi. Biasanya perusahaan-perusahaan tertentu akan melakukan ‘cross-check’ dan tentunya referensi anda akan memiliki nilai tersendiri.

8. Evaluasi
Tiap kali anda mengirimkan surat lamaran, tidak ada salahnya jika anda membuat salinan atau ‘copy’nya. Berikan catatan jika ternyata anda dipanggil, tes apa yang diberikan dan bagaimana dengan interviewnya. Evaluasi kelebihannya, untuk anda tingkatkan, dan pelajari kekurangannya untuk anda perbaiki.

Sumber : Anna Saraswat

——————————————————————————-

Banyak perusahaan yang memandang surat lamaran atau cover letter sebagai bagian terpenting dari seluruh dokumen lamaran anda. Karena itu penting sekali bagi anda untuk menuliskan surat lamaran yang baik.

1. Kesan Individual
Jika anda berencana mengirimkan lamaran ke berbagai perusahaan pastikan anda menuliskan nama perusahaan yang benar pada surat lamaran anda.
Selain itu perlu juga anda membuat surat lamaran yang ditujukan pada seseorang. Gunakan nama dan jabatan yang spesifik jika mungkin.
Di Internet tersedia banyak contoh surat lamaran. Jangan hanya mengkopi contoh-contoh tersebut. Ubahlah sesuai dengan keperluan anda.

2. Singkat, Padat, dan Jangan bertele-tele
Tuliskan surat anda dengan singkat dan padat. Gunakan bahasa yang mudah. Gunakan kata-kata yang biasa dipakai (umum). Tidak perlu berusaha untuk mengesankan pembaca anda dengan menggunakan kata-kata yang sulit.
Jangan menulis surat lamaran anda lebih dari satu halaman. Perusahaan mungkin menerima belasan bahkan ratusan surat lamaran. Surat lamaran yang terlalu panjang tidak efektif.

3. Rapi dan Bersih

Sedapat-dapatnya gunakan program komputer untuk menuliskan surat lamaran anda. Dengan begitu anda dapat menuliskan surat lamaran yang rapi dan bersih sehingga mudah dibaca.
Hindari menulis surat lamaran dengan tulisan tangan. Hindari menggunakan tip-ex atau sejenisnya dalam surat lamaran anda.

4. Isi
Dalam surat lamaran anda, ada beberapa hal yang perlu dituliskan :
Pembukaan : Sebutkan dimana anda mendapatkan informasi tentang lowongan kerja tersebut. Contohnya, anda bisa menyebutkan bahwa anda mengetahui lowongan kerja tersebut dari iklan di surat kabar, iklan di Internet, atau dari seorang teman anda.
Pekerjaan anda sekarang : Ceritakan secara singkat posisi dan bidang pekerjaan anda saat ini. anda juga perlu menceritakan secara singkat pencapaian utama anda dalam pekerjaan tersebut. Agar memberikan gambaran yang lebih baik, berikan informasi secara kuantitatif. Misalnya, “Saya membawahi lima orang junior manager”. Yang perlu anda perhatikan di sini, tuliskan hanya hal-hal yang relevan dengan pekerjaan yang anda lamar. Baca dengan baik persyaratan yang dibutuhkan dalam iklan lowongan pekerjaan tersebut. Jika pekerjaan yang anda lamar adalah di bidang marketing research, anda mungkin tidak perlu menceritakan pencapaian anda di bidang logistik.
Pendidikan : Jika latar belakang pendidikan perlu diinformasikan, tuliskan secara singkat pendidikan tertinggi anda. Jika anda pernah mendapatkan pendidikan di sekolah yang cukup dikenal, ada baiknya anda menuliskannya di surat lamaran.
Penutup : Dalam penutup ingatkan pembacanya bahwa anda mempunyai keinginan kuat untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Ada baiknya anda menyatakan kapan saat terbaik anda bisa dihubungi untuk proses selanjutnya. Dan jangan lupa ucapkan “Terima kasih”.

5. Proof Read
Proof read artinya membaca kembali seluruh tulisan anda dan memastikan semuanya sudah benar. Pastikan tidak ada kesalahan pengejaan, tidak ada kata-kata yang diulang atau repetitif, dan tata bahasa (grammar) yang digunakan sesuai. Dalam program MS Word anda bisa menggunakan spell dan grammar checker, gunakanlah. “Suatu kesalahan dalam ejaan saja bisa menyebabkan anda kehilangan kesempatan yang penting untuk memperoleh pekerjaan”.

————————————————————————

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat surat lamaran yang baik.

1. Impresif
Tampilkan jati diri kita secara menarik. Isi surat hendaknya dapat memunculkan kesan simpatik, tidak terlalu arogan tetapi juga tidak terlalu merendah.

2. Menarik minat calon atasan
Kesan pertama sangat penting. Usahakan untuk menyusun surat yang ketika seseorang mulai membacanya, akan langsung tertarik untuk mengetahui lebih lanjut seperti apakah kriteria kita

3. Menyebutkan kualifikasi yang diraih
Prestasi kerja maupun pengalaman yang sukses harus disebutkan, untuk menunjukkan bahwa kita mempunyai prestasi dan pengalaman yang patut dipertimbangkan.

4. Menggunakan bahasa yang enak dibaca, ringkas dan padat
Gunakan bahasa yang sederhana dan ringkas. Kita mempunyai kesempatan untuk menjabarkan semuanya dalam kesempatan wawancara. Untuk saat ini, buatlah penjelasan yang singkat tetapi efektif.

5. Kalimat yang efektif
Hindari kalimat yang tidak efektif, kalimat yang diulang-ulang tanpa alasan, ejaan yang salah, maupun penggunaan tata bahasa yang buruk. Yang sering terjadi adalah penggunaan kata keterangan yang berulang-ulang, atau kata sambung yang berulang-ulang, yang menyebabkan kalimat terasa janggal, yang persis seperti kalimat yang sedang anda baca saat ini, yang menggunakan kata sambung “yang” secara berulang-ulang dan berlebihan.

6. Bahasa Indonesia saja
Jika tidak diminta, hindari penggunaan bahasa Inggris, terutama jika kemampuan bahasa Inggris kita kurang baik. Jika bahasa Inggris kita bagus, boleh saja membuat surat lamaran berbahasa Inggris, yang tentu saja merupakan sebuah “nilai plus” bagi kita.

7. Tujuan dan alasan melamar.
Cantumkan tujuan dan alasan kita melamar. Biasanya tujuan yang sering disebutkan dalam surat lamaran adalah bahwa kita mempunyai kemampuan dan pengalaman yang memadai dalam bidang pekerjaan tertentu, dan dengan bergabungnya kita ke suatu perusahaan akan dapat memberikan kontribusi yang berharga bagi perusahaan tersebut.

8. Kerapihan.
Gunakan kertas yang bagus, bersih dan rapih, tidak kusut, tidak tebal dan tidak mudah terkoyak. Jangan menulis atau mencetak dengan tinta yang terlalu tipis agar surat lamaran mudah dibaca, dan hindari penggunaan tippex.

9. Tulis tangan atau komputer ?
Lebih baik menggunakan komputer, kecuali perusahaan yang kita tuju mensyaratkan agar surat lamaran ditulis dengan tangan. Agar diperoleh kualitas tulisan yang setara dengan kualitas tulisan dari mesin cetak, sebaiknya gunakan printer inkjet atau laser, dan hindari penggunaan printer dot matrix karena akan memberi kesan kita orang yang tertinggal dalam hal teknologi. Gunakan jenis font standar, seperti Times New Roman untuk memberi kesan formal.

Sumber : ngelamar.com





Membuat Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae)

3 01 2009

Agar terlihat profesional dan menarik, ada beberapa hal yang hendaknya diperhatikan dalam membuat curriculum vitae (CV):

* Gunakan kertas putih polos

CV hendaknya polos tidak menggunakan background image (dasar bergambar).

* Status perkawinan

Cantumkan status perkawinan (single, married, atau divorced).

* Foto terbaru

Lampirkan pas foto terbaru. Sebaiknya gunakan pas foto berwarna, dan berpakaian resmi (jas lengkap dengan dasi).

* Referensi

Bila memungkinkan, cantumkan referensi, yaitu orang yang bisa dihubungi oleh pihak penyeleksi untuk menanyakan hal-hal penting seputar diri anda (biasanya nama atasan dimana anda bekerja sebelumnya).

* Pekerjaan yang diinginkan

Selalu cantumkan jenis pekerjaan yang anda inginkan. Jangan menulis bahwa anda siap bekerja dalam posisi apa saja karena akan memberi kesan bahwa anda adalah pekerja serabutan. Tuliskan saja spesialisasi anda.

* Format standar surat resmi

Gunakan huruf dengan ukuran dan jenis standar (warna hitam), contohnya font jenis Times New Roman.

* Pengalaman kerja

Cantumkan deskripsi singkat tentang pekerjaan anda pada perusahaan sebelumnya (bukan nama perusahaannya) sebanyak-sebanyaknya tiga perusahan terakhir, berikut pangkat dan jabatannya.

* Pengalaman lain yang menunjang

Cantumkan pengalaman atau organisasi yang berhubungan dengan spesialisasi anda. Jika anda adalah seorang spesialis bidang kimia, maka pengalaman sebagai juara I lomba melukis atau pejabat ketua senat tidak perlu dicantumkan.

* Identitas

Cantumkan identitas anda dengan jelas.

Format resume atau curriculum vitae di setiap negara berbeda-beda. Hal ini tampaknya dipengaruhi oleh budaya, kebiasaan dan pandangan politik di setiap negara yang berbeda-beda pula. Sebagai contoh, untuk resume standar di Amerika Serikat (AS) tidak perlu mencantumkan foto, agama, status perkawinan dan umur, karena hal itu dianggap sangat pribadi.

Perusahaan tidak meminta pencantuman keterangan-keterangan seperti itu karena bisa dianggap melakukan ‘early prejudice’. Di AS perusahaan tidak boleh melakukan diskriminasi dalam penerimaan pegawai, baik diskriminasi atas ras, umur, status maupun agama. Sedangkan di Singapura, kadang dalam resume diminta mencatumkan keterangan ras.

Sumber: http://www.ngelamar.com/





Tips Berkelit dari Pertanyaan Sulit Saat Wawancara

3 01 2009

Wawancara merupakan bagian dari proses seleksi karyawan yang sering membuat siapa pun yang menghadapinya ketar-ketir. Berbeda dengan proses lainnya yang mungkin masih bisa ditebak, wawancara kerja sama sekali tak terduga, terutama pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan.

Sumber: http://lowongan-kerja-terbaru-indonesia.blogspot.com
Namun, tak berarti Anda boleh menyerah begitu saja. Selama Anda melakukan persiapan matang, semuanya dapat diantisipasi. Seberapa pun mepetnya waktu Anda sebelum menghadapi wawancara kerja, tak ada alasan untuk tak menyiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan sulit. Pertanyaan apa saja yang dianggap sulit oleh sebagian besar pencari kerja dan bagaimana berkelitnya?

Pertanyaan Bersifat Pribadi

Pertanyaan yang menyangkut rahasia pribadi sangat sulit untuk dijawab. Sayangnya, pewawancara sering mengorek masalah yang bersifat pribadi, misalnya menanyakan latar belakang Anda (orangtua, saudara, suami, anak, status, dan sebagainya). Terkadang, ada orang-orang yang tidak suka kehidupan pribadinya dikorek-korek.
Untuk merespons pertanyaan yang bersifat pribadi, Anda dapat memilih cara berikut:

- Menjawab langsung secara diplomatis dengan kesadaran bahwa pertanyaan tersebut tidak berhubungan langsung dengan pekerjaan/jabatan yang dilamar.
- Bertanya dulu tentang relevansi dari pertanyaan yang diajukan dengan jabatan yang dilamar. Setelah itu baru berikan jawaban yang tepat, sesuai konteksnya.
- Anda bisa menolak untuk menjawab jika dirasa sangat mengganggu privasi. Gunaka cara-cara halus dan diplomatis agar si penanya tak merasa dilecehkan.

Mengapa Anda meninggalkan perusahaan yang terakhir/Mengapa Anda meninggalkan pekerjaan Anda yang sekarang?

Ini adalah pertanyaan sulit yang harus Anda tangani secara efektif. Perlu Anda camkan, apa pun jawaban Anda terhadap pertanyaan ini, Anda tidak akan ditawari pekerjaan. Sebaliknya, jawaban yang terkesan negatif atau lemah mampu menyisihkan Anda dari persaingan. Membuat Anda harus keluar arena.

Kalau Anda berhenti dari perusahaan kemarin tidak terlalu baik, berhati-hatilah menjawabnya. Cara terbaik adalah mengungkapkannya, tapi berikan jawaban secara diplomatis. Kalau alasan Anda karena adanya perampingan di tubuh perusahaan, Anda dapat langsung menjawabnya dengan baik, singkat, dan terus terang sehingga kepindahan Anda terkesan tidak bersifat pribadi.

Hindari jawaban emosional, seperti, “Saya sudah bete dengan perusahaan itu. Saya memilih berhenti karena saya sudah tidak tahan lagi dengan manajemennya.” Atau Anda menjawab,”Wajar saja saya minta berhenti, bosnya itu lho, aduh saya tidak cocok dengan beliau karena tidak capable banget sebagai atasan.”

Mengapa Kami Harus Merekrut Anda?

Ini adalah kesempatan Anda untuk ‘menjual’ diri. Sebenarnya ini adalah alasan utama mengapa mereka perlu mewawancarai Anda. Untuk menyiasatinya, jawablah poin per poin tentang apa saja yang ingin Anda berikan pada mereka. Pastikan Anda mengatakannya dengan tepat mengapa mereka harus memberikan pekerjaan itu kepada Anda.

Catatlah apa saja yang membuat Anda unik. Jangan lupa tambahkan potensi yang ada dalam diri Anda, yang akan membantu membedakan Anda dari semua calon lain. Hindari memberikan jawaban yang umum, seperti, “Saya ini pekerja keras dan punya motivas yang tinggi terhadap pekerjaan. Saya juga bisa bekerja di bawah tekanan.” Kedengarannya terlalu biasa. Berilah jawaban yang lebih spesifik apa yang bisa Anda berikan pada perusahaan.

Anda bisa menjawab, ”Dengan keahlian dan pengalaman saya sekian tahun di perusahaan sejenis, dan pelatihan yang telah saya dapat di bidang (sebutkan), saya yakin dapat dengan cepat memberi kontribusi yang dibutuhkan setiap anggota tim di divisi ini.”

Mengapa Anda tertarik bekerja di perusahaan ini?

Tujuan dari pertanyaan ini sebenarnya, mereka ingin tahu minat Anda bergabung di perusahaan tersebut dan apa yang membuat posisi itu begitu menarik perhatian Anda. Untuk dapat menjawab pertanyaan ini, dibutuhkan informasi sebanyak-banyaknya tentang perusahaan dan posisi tersebut.

Cari tahu kabar terakhir perusahaan yang dituju. Jangan hanya menjawab “Ya, karena suka saja.” Karena itu menunjukkan secara jelas ketidaksiapan Anda. Untuk mengalihkan pertanyaan dan menunjukkan Anda benar-benar tertarik, Anda bisa mengajukan pertanyaan kepada si pewawancara, sehingga di mata mereka Anda terlihat lihai dan sungguh-sungguh berminat.

Apa kelemahan Anda?

Anda boleh saja mengungkapkannya secara jujur, tapi jelaskan juga bagaimanaa Anda memperbaiki kelemahan sehingga jadi kelebihan. Kuncinya, mengangkat suatu kelemahan yang akan dirasakan sebagai kekuatan Anda.

“Kelemahan saya adalah tidak bisa mengatakan tidak. Seberat apa pun tugas yang diberikan, meski dengan tenggat yang tidak realistis, saya tetap tidak bisa menolaknya. Padahal ini kurang baik karena membuat orang lain tidak disiplin pada jadwal. Mungkin karena saya menganggap ini adalah tantangan, jadi saya memilih mengambilnya.”

Apa kegagalan terbesar Anda?

Pertanyaan ini bertujuan untuk mencari tahu mengapa hal itu penting, dan apa yang telah Anda pelajari dan capai dari kegagalan tersebut. Anda bisa mengungkapkan suatu kejadian di mana Anda telah berusaha sekuat tenaga, melakukan semuanya sesuai prosedur dan menunjukkan kreativitas Anda dalam mengambil keputusan, namun kegagalan itu tetap terjadi karena itu di luar kuasa Anda.

Atau, Anda dapat mengidentifikasi sebuah situasi di mana pada awalnya Anda gagal, tapi pada akhirnya Anda menuai keberhasilan. Ketekunan dan kemampuan Anda dalam menyelesaikan persoalan akan terlihat, serta menempatkan Anda dalam posisi yang baik di depan pewawancara.

Berapa gaji yang Anda harapkan?

Inilah bagian tersulit dari wawancara. Jangan menyebut angka yang terlalu tinggi karena membuat mereka mengangkat dahi. Namun, hindari menyebut angka yang terlalu rendah yang mengesankan Anda murahan. Untuk amannya, cari tahu standar gaji perusahaan sejenis.

Anda boleh tidak langsung menyebutkan angka saat itu, tapi katakan Anda akan bernegosiasi bila Anda yakin diterima di perusahaan tersebut. Kalaupun Anda ingin mengatakan, jangan sebutkan angka pasti, melainkan kisarannya. Bila memungkinkan, sah-sah saja Anda bertanya balik kepada si pewawancara, kira-kira dengan kemampuan Anda berapa harga yang layak diberikan perusahaan untuk Anda.

Sesulit apa pun pertanyaan yang diajukan, pasti akan terasa mudah kalau Anda mempersiapkan diri. Kalau Anda selalu punya jawaban untuk pertanyaan sulit, maka 80 persen keberhasilan berada di tangan Anda.