Sebuah puisi persembahan adinda untuk “Sang Rosul Allah yang dirindukan”:
Dialah pemimpin yang setiap kali tertawa
cukup tersenyum dengan anggunnya
Dengan langkah tenang ia berjalan
Bila tertidur hanya sekejap saja
Perilaku lembut selembut angin sepoi
nan sejuk
Wajahnya cerah secerah taman yang
menyegarkan
Pribadinya perwujudan segala sifat luhur,
Kasih sayang, namun tegas dalam sikap
Kuat dalam tekadnya
Bila berjalan seakan-akan turun dari ketinggian
Mendahului orang yang cepat dalam berjalan
Meski tampak selalu tenang tiada tergesa
Demikianlah ia bagai pusaka tersimpan rapi
dalam wa dah kokoh tertutup rapat
Tiada anak kunci mampu membuka pintu
Sifat-sifatnya
Atau… bak bulan purnama
Membuat takjub akal dan pikiran
Setiap kali membayangkan keindahannya
tampak cahayanya
insan yang membuat iri bulan purnama
Setiap kali memandang indah wajahnya
Akal dan pikiran dalam kebingungan
Komentar Terakhir