Ceritakan padaku, Rabb!

30 12 2008
Melihat ke belakang, ternyata Allah selalu membawaku pada kemudahan-kemudahan. Hal-hal yang tak disangka-sangka, kian muncul dalam kehidupanku.

Sebelumnya hanya sekedar bayangan dan sebuah harapan, namun Allah membuktikannya dengan kenyataan.

Betapa Allah selalu menjadi penolongku,
Betapa Allah sangat baik padaku,
Betapa Allah sangat mencintaiku.

Namun baru ku sadar.
Pengabdianku dan syukurku belumlah membandingi. Dan memang takan terbandingi.
Aku rasa pelit sekali membalas kebaikan-kebaikan Allah padaku.
Shalat, sedekah, dan shaumku pelit.
Berkorban untukNya pun ku rasa belum.
Apa yang harus aku lakukan agar merasa bahwa aku sudah membalas kebaikan-kebaikan Allah?
Tapi ku rasa mustahil.
Seribu tahun ibadahku takan membandingi.
Seribu ungkapan syukurku tak akan membandingi.

Ya Allah, ceritakan padaku, apa yang harus aku lakukan agar aku merasa tenang atas syukurku padaMu?
Apa yang harus aku korbankan agar Engkau merasa bahagia melihatku?
Apa yang harus aku lakukan agar Engkau tersenyum padaku?
Apa yang harus aku lakukan agar Engkau merasa senang dan bangga atas penciptaanku?

Aku butuh jawabanMu, Rabb.





Benih cinta mulai tumbuh

30 12 2008
Seiring pertemanan yang kian menjadi persahabatan, rasa menyayangi mulai tumbuh dalam hati seorang insan. sesosok wajah yang kian membayang dalam imaginasi malam.

Rasa rindu pada sekuntum bunga mawar menggelisahkan jiwa dan hati. Ketenangan hati mulai terusik, menjadi kegelisahan dan kekhawatiran dimana rindu berkecamuk dengan sayang. Mungkin sedikitnya ada kedloliman. Karena hati dan pikiran selalu berfokus pada sang mawar itu.

Dia yang memenuhi taman keindahan hati, wajahnya selembut hatinya. Bak aisyah, istri Nabi yang dipanggil Ya humairah”. Rasa sayang dan rindu membawa diri terjun ke lembah kebahagian.

Benih cinta yang mulai tumbuh ku biarkan terus berkembang, menunggu kekuasaan Illahi. Karena tidak tahu bagaimana dan apakah dia yang akan jadi mawar yang sebenarnya?





DAHSYAT!

15 12 2008

Subhanallah