Guru Kreatif. Creative Teacher

14 10 2009

Siswa sebagai subyek pembelajaran. Learning empowers students.
Dalam penerapan metode belajar aktif yang benar, siswa dan guru sama-sama aktifnya.

Metode belajar aktif atau sekarang lumrah disebut sebagai metode PAKEM (pembelajaran kreatif, aktif dan menyenangkan) saat ini mulai dirasakan pentingnya dikalangan praktisi pendidik. Dikarenakan metode ini agaknya menjadi jawaban bagi suasana kelas yang kaku, membosankan, menakutkan, menjadi beban dan tidak membuat betah dan tidak menumbuhkan perasaan senang belajar bagi anak didik. Alih-alih membuat anak mau menjadi pembelajar sepanjang hayat yang terjadi malah kelas dan sekolah menjadi momok yang menakutkan bagi siswa.

Dulu saya pernah mendengar sebuah lelucon mengenai metode belajar aktif di sekolah dasar. Saya tidak ingat detailnya tetapi yang saya ingat dengan baik adalah dalam metode belajar aktif yang terjadi adalah guru bermalas-malasan, sedangkan yang aktif justru muridnya. Murid diminta untuk mencatat, menyalin dan dibebani banyak sekali pekerjaan rumah. Dengan demikian ada kesalahan dalam menerjemahkan pendekatan pembelajaran. Tidak mungkin tercapai nuansa PAKEM apabila siswa dalam hal ini malah terbebani sedangkan guru juga tidak tentu arah dalam melaksanakan dan merencanakan pembelajaran dikelas.

Cara belajar siswa aktif adalah merupakan tantangan selanjutnya bagi para pendidik. Sebab ruh dari KTSP yang diberlakukan sekarang ini adalah pembelajaran aktif. Dalam pembelajaran aktif baik guru dan siswa sama-sama menjadi mengambil peran yang penting.

Guru sebagai pihak yang;

* merencanakan dan mendesain tahap skenario pembelajaran yang akan dilaksanakan di dalam kelas.
* membuat strategi pembelajaran apa yang ingin dipakai (strategi yang umum dipakai adalah belajar dengan bekerja sama)
* membayangkan interaksi apa yang mungkin akan terjadi antara guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung.
* Mencari keunikan siswa, dalam hal ini berusaha mencari sisi cerdas dan modalitas belajar siswa dengan demikian sisi kuat dan sisi lemah siswa menjadi perhatian yang setara dan seimbang
* Menilai siswa dengan cara yang tranparan dan adil dan harus merupakan penilaian kinerja serta proses dalam bentuk kognitif, afektif, dan skill (biasa disebut psikomotorik)
* Melakukan macam-macam penilaian misalnya tes tertulis, performa (penampilan saat presentasi, debat dll) dan penugasan atau proyek
* Membuat portfolio pekerjaan siswa.

Siswa menjadi pihak yang;

* menggunakan kemampuan bertanya dan berpikir
* melakukan riset sederhana
* mempelajari ide-ide serta konsep-konsep baru dan menantang.
* memecahkan masalah (problem solving),
* belajar mengatur waktu dengan baik,
* melakukan kegiatan pembelajaran secara sendiri atau berkelompok (belajar menerima pendapat orang lain, siswa belajar menjadi team player)
* mengaplikasikan hasil pembelajaran lewat tindakan atau action.
* Melakukan interaksi sosial (melakukan wawancara, survey, terjun ke lapangan, mendengarkan guest speaker)
* Banyak kegiatan yang dilakukan dengan berkelompok.

Sumber :http://gurukreatif.wordpress.com





Mengajar diri sendiri

14 10 2009

Rutinitas baru mengajar adalah sebuah pekerjaan yang cukup mengasyikan. Kelelahan untuk mengajari orang lain pada hakekatnya adalah mengajari diri sendiri. Jangkauan tahap mengajari bagi saya adalah sebuah hal yang terlalu besar untuk dirasakan. Karena secara pribadi sesungguhnya sharing ilmu itu adalah bagian yang penting untuk membuat saya lebih tahu dari mereka.

Ketika ego serasa menjadi orang yang paling pintar datang, kemungkinan besar itu sebuah kesombongan. Jangan pernah sekalipun bagi Anda yang mau menjadi yang terbaik memiliki sifat sombong “yang paling bisa”. Karena jelas itu pertanda kita bukan termasuk orang yang zero mind proccess. Jauhi oleh Anda perasaan yang paling mampu segalanya.





3 hal yang bisa bikin kompak

12 05 2009

Mungkin engkau pernah mengalami di saat organisasimu jenuh, bosen, dan mati gaya(Ceile..kaya iklan three ajja.hihi). Nah sebenarnya ada tiga hal yang bisa bikin organisasi kamu makin hidup. Pengalaman engkau sebenarnya bisa jadi pelajaran berharga buat dirimu. Tapi ini sedikit kasih saran deh. 3 hal ini, bukan tulen ana yang bikin, tapi subhanallah saya dikaruniakan berteman dengan orang organisator. Beliau mengatakan apa saya tulis ini.

Oke lah tanpa berlama-lama kita show ajja apa sih 3 hal itu?

Pertama, adalah sebuah identitas. Ya, mungkin engkau pernah ikut OSIS pas di SMA, betapa indah dan kompak kalo kita pake jas /kaos seragam pengurus OSIS. Inilah yang bisa bisa bikin kita jadi “one blood”.
Kedua, event. Semakin banyak event yang bermanfaat, semakin exist tuh organisasi kamu.
Ketiga, perayaan. Ini yang jarang kita lakukan. Ingat pengurus juga manusia! Mereka juga senang perayaan. Untuk apa sih? Untuk buat kita merasa senasib sepenanggungan. Nikmat bersama, bahagia bersama, sedih juga bersama.
Uppzz..yang saya maksud perayaan di sini adalah penitikberatan pada tasyakuran. Supaya Allah tetap mengokohkan kebersamaan dalam organisasi kamu dan menguatkan kamu tetap di jalanNya.

Wallahu a’lam…





Doa untuk saudaraku

30 12 2008

Ya, Allah lindungilah saudaraku ini kala perlindunganku tak sampai padanya.

Sayangi ia,kala sayangku tak mampu merengkuhnya dengan kata yang sahaja.
Muliakan ia dengan keimanan dan ketaqwaan pada dirinya.

Mudahkan segala urusannya terutama perjuangannya.
Tolonglah ia saat membutuhkanMu, Rabb. Karena Engkau punya segala yang tak ku miliki.

Ya Allah, jagalah keteguhan imannya.
Sinari ia dengan nur keindahanMu.
Ya Allah, jadikanlah ia tetap saudaraku ini di dunia karena ku ingin selalu menjadi saudaranya.
Dan pertemukanlah aku dengannya lagi di syurgaMu kelak.
Amiin