Setiap Insan Adalah Spesial

14 03 2009

Alkisah, disebuah kelas sekolah dasar, bu guru memulai pelajaran dengan topik bahasan, “Setiap insan adalah spesial”. Kehadiran manusia di dunia ini begitu berarti dan penting. “Anak-anakku, kalian, setiap anak adalah penting dan spesial bagi ibu. Semua guru menyayangi dan mengajar kalian karena kalian adalah pribadi yang penting dan spesial. Hari ini ibu khusus membawa stiker bertuliskan warna merah “Aku adalah spesial”. Kalian maju satu persatu, ibu akan menempelkan stiker ini di dada sebelah kiri kalian”. Dengan tertib anak-anak maju satu persatu untuk menerima stiker dan sebuah kecupan sayang dari bu guru mereka. Setelah selesai, bu guru melanjutkan “Ibu beri kalian masing-masing tambahan 4 stiker. Beri dan tempelkan 1 kepada orang yang kalian anggap spesial, sebagai ungkapan rasa hormat dan terima kasih dan kemudian serahkan 3 stiker lainnya untuk diteruskan kepada orang yang dirasa spesial pula olehnya, begitu seterusnya. Mengerti kan…….”.

Sepulang sekolah, seorang murid pria mendatangi sebuah kantor, diapun memberikan stikernya kepada seorang manajer di sana. “Pak, bapak adalah orang yang spesial buat saya. Karena nasehat-nasehatpak berikan, sekarang saya telah menjadi pelajar yang lebih baik dan bertanggung jawab. Ini ada 3 stiker yang sama, bapak bisa melakukan hal yang sama, memberikannya kepada siapapun yang menurut bapak pantas menerimanya”.

Lewat beberapa hari, manajer tersebut menemui pimpinan perusahaannya yang emosional dan sulit untuk didekati. Tetapi mempunyai pengetahuan yang luas dan telah memberi banyak pelajaran hingga dia bisa menjadi seperti hari ini. Awalnya sang pemimpin terkesima, namun setelah mengetahui alasan pemberian stiker itu, dia pun menerimanya dengan haru. Sambil mengangsurkan si manajer berkata,”Ini ada 1 stiker yang tersisa. Bapak bisa melakukan yang sama kepada siapapun yang pantas menerima rasa sayang dari bapak”. Sesampai di rumah, bergegas ditemui putra tunggalnya. “Anakku, selama ini ayah tidak banyak memberi perhatian kepadamu, meluangkan waktu untuk menemanimu. Maafkan ayahmu yang sering kali marah-marah karena hal-hal sepele yang telah kamu lakukan dan ayah anggap salah. Malam ini, ayah ingin memberi stiker ini dan memberitahu kepadamu bahwa bagi ayah, selain ibumu, kamu adalah yang terpenting dalam hidup ayah. Ayah sayang kepadamu”. Setelah kaget sesaat, si anak balas memeluk ayahnya sambil menangis sesenggukan. “Ayah, sebenarnya aku telah berencana telah bunuh diri. Aku merasa hidupku tidak berarti bagi siapapun dan ayah tidak pernah menyayangiku. Terima kasih ayah”. Mereka pun berpelukan dalam syukur dan haru serta berjanji untuk saling memperbaiki diri.

Pembaca yang luar biasa,
Kehidupan layaknya seperti pantulan sebuah cermin. Dia akan bereaksi yang sama seperti yang kita lakukan. Begitu pentingnya bisa menghargai dan menempatkan orang lain di tempat yang semestinya. memuji orang lain dengan tulus juga merupakan ilmu hidup yang sehat, bahkan sering kali pujian yang diberikan disaat yang tepat akan memotivasi orang yang dipuji, membuat mereka bertambah maju dan berkembang, dan hubungan diantara kitapun akan semakin harmonis, mari kita mulai dari diri kita sendiri, belajar memberi pujian, menghormati dan memperhatikan orang lain dengan tulus dengan demikian kehidupan kita pasti penuh gairah, damai dan mengembirakan.


Salam sukses luar biasa!

Andrie Wongso

Sumber: http://www.andriewongso.com





Isi Waktu dengan Produktivitas

30 01 2009

Saudaraku, isilah waktumu dengan produktivitas. Jangan biarkan sedetik pun berlalu tanpa manfaat. Karena waktu adalah karunia Allah. pergunakanlah dengan penuh amanah. Sempurnakan ibadah dengan istiqomah dan bersabar. Berpegang teguhlah tetap dalam dinNya. Qul: Allahu Akbar!





ISLAM IS CARE

30 01 2009

SAUDARAKU, Islam tidak melarang sesuatu perbuatan jika perbuatan itu tidak merusak jiwa. Tidak menyuruh, jika suruhan itu tidak membawa selamat dan bahagia jiwa. TETAP SEMANGAT!





Alam perjuangan

10 01 2009

Melangkah ke alam perjuangan berarti rela dalam kepahitan. Biarlah diri menangis, terluka, kecewa, asal tetap berada di jalan Allah, daripada mati tanpa mujahid. Kita tidak sanggup selamanya terluka. Namun, iangatlah setetes darah dari luka dan air mata itulah mahar kita ke syurga-Nya ketika ditanya, kenapa perjuangan itu pahit?..Jawabnya karena syurga itu manis…





Ceritakan padaku, Rabb!

30 12 2008
Melihat ke belakang, ternyata Allah selalu membawaku pada kemudahan-kemudahan. Hal-hal yang tak disangka-sangka, kian muncul dalam kehidupanku.

Sebelumnya hanya sekedar bayangan dan sebuah harapan, namun Allah membuktikannya dengan kenyataan.

Betapa Allah selalu menjadi penolongku,
Betapa Allah sangat baik padaku,
Betapa Allah sangat mencintaiku.

Namun baru ku sadar.
Pengabdianku dan syukurku belumlah membandingi. Dan memang takan terbandingi.
Aku rasa pelit sekali membalas kebaikan-kebaikan Allah padaku.
Shalat, sedekah, dan shaumku pelit.
Berkorban untukNya pun ku rasa belum.
Apa yang harus aku lakukan agar merasa bahwa aku sudah membalas kebaikan-kebaikan Allah?
Tapi ku rasa mustahil.
Seribu tahun ibadahku takan membandingi.
Seribu ungkapan syukurku tak akan membandingi.

Ya Allah, ceritakan padaku, apa yang harus aku lakukan agar aku merasa tenang atas syukurku padaMu?
Apa yang harus aku korbankan agar Engkau merasa bahagia melihatku?
Apa yang harus aku lakukan agar Engkau tersenyum padaku?
Apa yang harus aku lakukan agar Engkau merasa senang dan bangga atas penciptaanku?

Aku butuh jawabanMu, Rabb.





Selamat pagi!

30 12 2008
Assalamu’alaikum wr wb,

Selamat pagi dunia!

Subhanallah, udara pagi ini sejuk. Melambungkan kita pada kedamaian. Mari kita simpan segala indah dan cinta lekat dalam hati sanubari kita. Jadikanlah tasbih, tahmid, takbir, istigfar dan tahlil sebagai teh manis yang setiap pagi kita nikmati. Warnai hidup ini dengan kasih sayang kepada sesama. Selamat beraktivitas. Mulailah dengan memuji Allah swt yang maha kasih.

SEMANGAT!!!





Ada keinginan, jangan ditahan!

4 03 2008

Sobat muslim, kadang perasaan malas membuat kita beku. Tak mau bertindak, walau niat ibadah sudah muncul. Tapi, memang jelas, syetan selalu membisikan kenikmatan sesaat. Mengacaukan pikiran kita. Untuk itu, kita perlu kuat dan punya strategi jitu ketika menghadapinya.

Ada resep unik yang saya temukan kemarin. Sebuah inspirasi yang timbul di saat perbincangan dengan teman saya. Ini dia: “Jika ada keinginan, jangan ditahan!”. Maksud saya bukan sahabat bertindak sekemauan. Bukan semua keinginan harus dilakukan, melainkan kita memfilterisasi keinginan itu dalam mesin akal yang sehat. Misalnya, jika sahabat ingin berinfaq, jangan ditahan. Sekarang juga berinfaq. Jika sahabat mau menolong, jangan ditahan. Tolonglah saat ini juga. Jika sahabat ingin shalat malam, maka jangan ditahan. Sholatlah malam ini dengan menargetkan waktu.

Bertindak sekarang merupakan langkah hebat mencapai keberhasilan. Jangan suka menunda sesuatu yang baik. Lakukan sekarang juga dan sahabat akan menuai nikmatnya. Segala yang baik berasal dari Allah dan yang buruk dari diri saya sendiri. Semoga bermanfaat.