Ungkapan ku hari ini

21 11 2009

Subhanallah indahnya sebuah perjuangan ini ku rasakan. Setahap demi setahap aku lalui liku-liku perjalanan meraih sang rembulan hatiku. Melalui berbagai tantangan dan hambatan yang kian menghimpit dada. Jarak ini pun begitu lama. Untuk menunggunya membuka hati. Selama 4 tahun kiranya. Ya 4 tahun lebih ku kira. Seringkali membenamku di dasar kegalauan. Tapi, syukur alhamdulillah…perjuangan itu pun akhirnya ku nikmati hasilnya. Kini ia membuka hati sekaligus mau berazam bersama meniti rumah tangga.

Jauh sudah pengharapan itu ku tancapkan di dinding kamarku. Setelah usia cukup matang, dan finansial membaik, ku niatkan untuk membina mahligai keluarga. Seiring perjuanganku.
Aku seringkali melihat kehidupan keluarga penuh kesakinahan. Nampaknya indah untuk dirasa. Nyaman untuk diselami. Yang memang tentunya perlu pembelajaran yang keras untuk mencapainya. Di samping pula banyak tempaan, berbagai tantangan akan menghadang. Tetapi aku yakin. Jika dihadapi bersama dalam 1 kekuatan anugerah Allah, maka tiada besar itu ku sirnakan.
Aku merindukan kesakinahan dalam keluarga yang akan ku bina. Aku merindukan suasana mawaddah yang mengatmosfer di setiap ruang rumahku nanti. Aku ingin mencontoh sang baginda Rosul. Yang hidup dengan segala kesederhanaan diri, tapi sanggup mencukupi keluarga dengan perjuangannya.





My Lovely

29 11 2008

Duh,subhanallah….deh!!!! Kangen berat emang kalo udah 1 tahun ga ketemu. Meni dipluk gitu ya?? Ni adalah anaknya paman aku, Namanya ci Agung Maulana.





Dia adalah adiku. Husnudzon ya!

29 11 2008


Subhanallah..hanya satu kata yang bisa ku ucapkan. Karena ku tak bisa mendeskripsikan betapa bahagianya aku bertemmu dengan adik tiriku.

Ya Allah, sudah hampir 8 tahun aku baru melihat dia. Seketika ku terkejut melihat tubuhnya. Tinggi, dan langsing. Adiku sudah besar. Padahal dahulu tubunya setengah tinggi dari tubuhku. Sekarang hampir melebihi aku.

Segenap suka cita yang bercampur haru ketika ku bersalaman dengannya. Wajahnya tampak mirip seperti Dea Imut, artis remaja. Benar kata orang, adik tiriku jauh berbeda dengan orang tuanya. Hmm. Subhanallah adik tiriku cantik sekali.

Aku dapat merasakan betapa sudah lama dirinya membutuhkan kasih sayang seorang ayah. Memang ayahku jarang sekali menjenguknya. Kasian adiku. Dan baru saat ini mungkin dia dapat merasakan wakil dari kasih sayang seorang ayah. Yaitu aku, kakak tirinya.

Betapa aku sangat menyayangi adik tiriku. Hingga ku bertekad suatu saat aku harus bisa membuatnya hidup lebih bahagia. Menyekolahkan dia di sekolah yang terbaik, memberikan motivasi dan semangat di kala ia lemah. Membuat dia dapat tersenyum bangga. Bangga memiliki seorang kakak yang peduli. Bahkan mungkin aku bisa menjadi wali yang menikahkan dia pada calon pendamping hidupnya.

Ya Allah jagalah adik tiriku itu.Bimbinglah setiap langkahnya di jalan keselamatan. Sampaikanlah salam sayangku untuk adikku.