Kisah Wong Fei Hung

2 04 2009

Sudah banyak orang yang tahu bahwa tokoh bahari legendaris asal Cina, Sam Poo Kong alias Muhammad Cheng Ho adalah seorang Muslim. Namun nampaknya masih banyak yang belum tahu bahwa masih banyak tokoh China legendaris yang ternyata beragama Islam. Dua di antaranya ialah Wong Fei Hung dan Judge Bao. Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung? Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China. Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong. Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung. Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong. Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih. Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam. Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734. Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in. Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras. Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya. Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Alah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amin. sumber: hokya.co.cc





Taliban

5 01 2009

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Gerakan Taliban, atau Taliban atau Taleban (Bahasa Persia dan Pashtun طالبان; Bahasa Iran, dari bentuk jamak Bahasa Arab طالب ṭālib, “murid”), adalah gerakan nasionalis Islam Sunni pendukung Pashtun yang secara efektif menguasai hampir seluruh wilayah Afganistan sejak 1996 sampai 2001. Kelompok ini mendapat pengakuan diplomatik hanya dari tiga negara: Uni Emirat Arab, Pakistan, dan Arab Saudi, serta pemerintah Republik Chechnya Ichkeria yang tidak diakui dunia. Anggota-anggota paling berpengaruh dari Taliban, termasuk Mullah Mohammed Omar, pemimpin gerakan ini, adalah mullah desa (pelajar yunior agama Islam), yang sebagian besar belajar di madrasah di Pakistan. Gerakan ini terutama berasal dari Pashtun di Afganistan, serta Provinsi Perbatasan Barat Laut (North-West Frontier Province, NWFP) di Pakistan, dan juga mencakup banyak sukarelawan dari Arab, Eurasia, serta Asia Selatan. Pemerintahan Taliban digulingkan oleh Amerika Serikat karena dituduh melindungi pemimpin Al Qaeda Osama Bin Laden yang juga dituduh Washington mendalangi serangan terhadap menara kembar WTC, New York pada tanggal 11 September 2001. Invasi ini dimulai pada bulan Oktober sampai dengan bulan November 2001 dengan secara mengejutkan pihak taliban langsung keluar dari ibukota Afghanistan, Kabul sehingga pihak amerika relatif cepat dan mudah menguasainya.





Mengenal Gaza

5 01 2009

Jalur Gaza atau sering disebut dengan Gaza adalah nama wilayah yang terletak di Timur Tengah, tepatnya di Palestina, sebelah barat daya Palestina ’48 (wilayah Palestina sebelum perang tahun 1948). Sebelah selatan berbatasan dengan Mesir, sebelah barat, timur dan utara berbatasan dengan wilayah Palestina ’48.

Sumber: http://www.eramuslim.com/palestina-kita/mengenal-gaza.htm
Gaza merupakan wilayah yang bentuknya memanjang dan sempit. Panjang wilayahnya 45 km, lebar 5,7 km di beberapa bagian dan 12 km di bagian yang lain yaitu berbatasan dengan Mesir. Sehingga jika dijumlah, luas Jalur Gaza adalah 365 km persegi.

Bagi Kaum muslimin, Gaza merupakan negeri yang bersejarah, negeri perjuangan dan negeri syuhada’, karena banyaknya rakyat Gaza yang syahid di jalan Allah, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, hingga nenek-nenek dan kakek-kakek yang dibunuh tentara Zionis Iarael.

Gaza akan selalu diingat dan dikenang khususnya bagi mereka yang mencintai keluarga Rasulullah saw, bagi mereka yang menjadi pengikut mazhab Imam Syafi’i, bagi mereka yang berjuang dan melanjutkan perjuangan Imam Hasan Al Banna dengan gerakannya yang terkenal, Al Ikhwan Al Muslimin.

Datuk Rasulullah saw, Muhammad bin Abdillah, wafat dan dikubur di Gaza. Datuk Rasulullah saw namanya adalah Hasyim bin Abdu Manaf. Beliau adalah orang tua dari kakek Rasulullah saw, Abdul Muththalib yang terkenal dengan sebutan Syaibah karena ada segumpal rambut putih di kepalanya.

Imam Syafi’i, murid Imam Malik, pendiri mazhab Syafi’i, lahir pada bulan Rajab tahun 150 H (767 M) di Gaza, hari kelahiran Imam Syafi’i bertepatan dengan hari wafatnya Imam Abu Hanifah di Baghdad dan wafatnya Imam Ibnu Juraij Al Makky, seorang alim besar di kota Makkah, dikenal dengan Imam Ahli Hijaz.

Imam Syafi’i, nama lengkapnya Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi’i bin Saib bin Ubaid bin Abu Yazid bin Hasyim bin Abdul Muththalib bin Abdu Manaf bin Qushaiy. Silsilah dari jalur ibunya, Fathimah binti Abdullah bin Al Hasan bin Husain bin Ali bin Abi Thalib (paman Nabi saw).

Bagi umat Islam yang mengikuti mazhab imam Syafi’i seharusnya memiliki kepedulian yang tinggi terhadap Gaza, kota kelahiran Iman Syafi’i, yang saat ini penduduknya sedang disiksa secara masal oleh Zionis Israel dengan cara blokade.

Akibat blokade yang diterapkan penjajah Zionis Israel terhadap rakyat Gaza, maka kebutuhan pokok berupa makanan, susu untuk bayi, obat-obatan dan BBM (Bahan Bakar Minyak) tidak dapat masuk Gaza.

Berbagai obat-obatan yang dibutuhkan rakyat sudah menipis dan sebagian sudah habis. Jenis obat yang habis tersebut diperkirakan berjumlah 160 jenis. Sekitar 90 alat kedokteran sudah tidak dapat dipakai lagi karena tidak ada suku cadang yang dapat digunakan untuk memperbaikinya

Apabila “kejahatan kemanusiaan” ini dibiarkan terus, tanpa ada yang mau dan mampu mencegahnya, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi tragedi kemanusian di abad modern.

Gaza adalah tempat yang pernah dikunjungi oleh Mursyid ‘Am Al Ikhwan Al Muslimin, Imam Hasan Al Banna, didampingi Ustadz. Abdah Qasim, Sa’duddin Al Walili dan Syekh Muhammad Farghali, Jum’at, 1948.

Imam Hasan Al Banna datang langsung ke kota Gaza, Palestina ditengah kesibukannya dalam berdakwah, untuk memberikan semangat kepada pasukan Al Ikhwan Al Muslimin yang berjihad di Palestina dan memberikan dukungan serta bantuan nyata kepada rakyat Palestina yang sedang berjuang melawan penjajah.

Ketika berada di kantor cabang Ikhwan, di kota Gaza Hasyim, Palestina, Imam Hasan Al Banna menulis kalimat singkat dibuku tamu yang tersedia. Kalimat tersebut tertulis dengan jelas: Hari ini, aku mengunjungi Kantor Cabang Ikhwan di kota Gaza Hasyim. Aku mempertanyakan asal-usul nama ini, Gaza Hasyim. Seseorang berkata kepadaku bahwa Hasyim adalah kakek Rasulullah saw yang kuburannya terdapat di kota Gaza.

Sekarang di Gaza, Palestina, negeri tempat dikuburnya datuk Rasulullah saw, Hasyim bin Abdu Manaf, tempat lahirnya Imam Syafi’i, tempat yang pernah dikunjungi Imam Hasan Al Banna, penduduknya sedang menderita, gelap gulita setiap hari karena pasokan BBM untuk listrik dihentikan Zionis Israel, anak-anak hidupnya tercekam, ketakutan, kebutuhan pokok makin menipis, makanan sulit didapat, penderitaan tersebut akibat blokade yang dilakukan penjajah Zionis Israel.

Disamping itu, dengan adanya tembok pemisah yang tingginya 8 m dan dalamnya 6 m dari permukaan tanah, tembok pemisah dikenal dengan nama “tembok rasialis” atau “tembok apharteid”, praktis penjajah Zionis Israel telah memenjarakan dan mengurung penduduk Gaza yang berjumlah sekitar 1,5 juta orang di kawasan yang luasnya 365 km persegi.

Sungguh sangat menyedihkan, sangat memilukan, betapa tidak? Umat Islam yang berjumlah sekitar 1,3 milyar tidak mampu menghentikan kebiadaban dan kezaliman yang dilakukan penjajah Zionis Israel di Gaza, Palestina.

Kezaliman yang dilakukan penjajah zionis Israel sampai kini masih terus berlanjut, bahkan mereka juga melakukan politik adu domba, politik devide et impera diantara rakyat Palestina.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ﴿١٠﴾

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (QS:Al Hujuraat: 49 :10).

Apakah kita membiarkan saja rakyat Palestina ditindas, dijajah, dizalimi Zionis Israel? Lantas dimana ukhuwah kita? Dimana solidaritas kita? Dimana keimanan kita?

Rasulullah saw pernah bersabda:

Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri. (HR. Bukhari dan Muslim dari Anas ra).

Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim, niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahan di hari kiamat. Barangsiapa menutup aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya di hari kiamat. Allah selalu menolong hamba selama dia menolong saudaranya. (HR. Muslim).

Sekarang, marilah kita buat sejarah yang baik, sejarah yang akan bermanfaat untuk kita dan anak cucu dikemudian hari, sejarah yang dapat menghibur dan menyenangkan hati saudara-saudara kita di Gaza khususnya dan Palestina umumnya.

Caranya? Bantu mereka dengan doa! Dengan dana! Dengan tulisan dan lisan! Tunjukkan rasa empati dan peduli terhadap perjuangannya! Jangan membeli makanan dan minuman serta produk lainnya yang keuntungannya diberikan untuk Zionis Israel.

Jika tidak mau membantu, jangan buat mereka sakit hati dengan prilaku borju, hedonis, materialis yang dipertontonkan secara vulgar tanpa ada perasaan malu.





JIHAD UMAT ISLAM MORO

5 01 2009

Oleh: Sheikh Abu Zahir

Bumi Islam Moro (kini dikenali sebagai ‘Selatan Filipina’) merangkumi pulau Mindanao (pulau ke dua terluas di Filipina), kepulauan Sulu, Palawan, Basilan dan pulau-pulau sekitarnya.

Keluasan tanahnya adalah 116,895 kilometer persegi, lebih 1/3 daripada keluasan Filipina. Penduduknya lebih 20 juta dengan lebih 12 juta daripadanya adalah umat Islam. Selebihnya adalah penduduk pedalaman di situ dan juga pendatang Kristian dari Luzon dan Visayas.

Islam tiba di Moro pada tahun 1210 Masihi, dibawa oleh pedagang dan pendakwah Arab. Ini adalah lebih tiga abad sebelum kedatangan Kristian yang dibawa oleh Ferdinand Magellan pada tahu 1521 Masihi. Tidak lama selepas kedatangan Islam, Kesultanan Islam telah dimulakan oleh Kesultanan Moro sendiri seperti, Kesultanan Sulu dan Kesultanan Maguindanao.

Penjajah Sepanyol yang diketuai oleh Magellan telah memaksakan ‘Salib’ dan kepercayaan Tritini ke atas penduduk di situ. Umat Islam ketika itu bangkit menentang penjajahan negara dan agama ini dengan dipimpin oleh Raja Sulaiman dan Lakandula. Namun setelah shahidnya kedua pemimpin ini, umat Islam telah dikalahkan dan segala peninggalan Islam di Moro telah dihapuskan oleh pihak Kristian. Yang tinggal hanyalah sebuah kota yang dikenali sebagai ‘Intramoros’.

Pada 10 Disember 1898, “Perjanjian Paris” di antara Amerika dan Sepanyol telah dimeterai. Dalam perjanjian ini Sepanyol telah menyerahkan Filipina kepada Amerika. Walaupun mereka sebenarnya tidak menguasai umat Islam Moro tetapi mereka tetap memasukkan bumi bertuah ini di dalam perjanjian tersebut.

Selama lebih 300 tahun umat Islam Moro cuba dikalahkan dan dihapuskan oleh pihak Kristian Sepanyol , diikuti pula oleh pihak Amerika selama 47 tahun, namun kedua-dua kuasa kuffar ini telah menemui kegagalan.

Melalui helah politik, Amerika telah berjaya memujuk sultan-sultan dan pembesar-pembesar Moro mengikat perjanjian dengan mereka (Perjanjian ‘Kiram-Bates’, 2/8/1899). Di antara syarat-syarat perjanjian tersebut adalah tidak ada campurtangan pihak Amerika dalam soal pemerintahan para sultan dan pembesar ini. Pada 2 Mac 1904, President Roosevelt, bagaimanapun telah mengisytiharkan bahawa perjanjian tersebut tidak akan diterima lagi.

Apabila Amerika memberi kemerdekaan kepada Filipina pada tahun 1946, umat Islam Moro telah menentang usul meletakkan bumi Islam Moro di bawah pemerintahan Filipina. Namun pihak kuffar Amerika dan Filipina tidak mengendahkan suara umat Islam ini (perhatikan tarikhnya dan renungi sebabnya, umat Islam tidak diendahkan). Maka bumi Moro yang kaya denga hasil semulajadi, bahan galian dan tanah yang subur inipun jatuh ke tangan kerajaan Kristian Filipina.
Jihad di bumi Moro ini bermula sejak 1521 lagi. Mereka menentang penjajahan Sepanyol selama 377 tahun (1521-1898). Kemudiannya mereka menentang kuasa kuffar Amerika pula selama 47 tahun (1898-1946). Sejak 1970 pula, umat Islam Moro telah berjuang menentang kuasa kuffar Filipina sehingga hari ini.

Sebaik sahaja Filipina merdeka pada 1946, kerajaan Kristian Filipina telah melancarkan program penempatan untuk penduduk-penduduk Kristian dari Luzon dan Visayas ke bumi Moro. Dengan sokongan dan bantuan pihak kerajaan, pendatang-pendatang Kristian ini telah menindas umat Islam Moro di bumi mereka sendiri.

Kumpulan bersenjata pengganas-pengganas Kristian telah ditubuhkan. Ramai penduduk Islam Moro telah dibunuh dengan kejam dan kediaman-kediaman mereka dibakar. Umat Islam Moro yang tidak berdaya menentang pengganas-pengganas yang dibiayai kerajaan Kristian ini terpaksa meninggalkan harta benda mereka dan mencari perlindungan di kawasan-kawasan yang ramai penduduk Islamnya. Tanah dan ladang-ladang mereka kemudiannya telah diduduki oleh pendatang-pendatang Kristian.

Pada ketika kerajaan dan pengganas-pengganas Kristian ini merasakan bahawa mereka telah berjaya menghapuskan umat Islam Moro, bangkit para pemuda Islam Moro (Takbir!) dari pelbagai lapisan termasuk para pelajar, terutamanya dari yang berpelajaran agama dari negara-negara Arab. Di bawah pimpinan Salamat Hashim, ‘Pergerakan Pembebasan Kebangsaan Moro’ (MNLF) telah ditubuhkan. Ketika pergerakan ini masih diperkuatkan, satu konflik tercetus di antara Misuari dengan seorang graduan kedoktoran dari Mesir kerana kedua-duanya ingin menjadi pemimpin. Salamat Hashim yang merupakan pelopor pergerakan tersebut menyedari bahawa usahanya mungkin gagal sekiranya konflik berterusan terutamanya jika beliau juga menyatakan pendirian untuk menjadi pemimpin. Beliau lantas membuat keputusan tidak memarakkan lagi konflik yang tercetus. Akhirnya Misauri telah berjaya menjadi pengerusi pergerakan tersebut.

Beberapa tahun selepas bermulanya perjuang MNLF, menyedari ketidak-sesuaian Misauri, hampir kesemua komander telah bersepakat bahawa Misauri patut melepaskan jawatannya kepada Salamat Hashim. Bagaimanapun Misauri enggan dan dengan pelbagai helah terus mengekalkan jawatannya. Atas sebab ini, Salamat Hashim pun megambil-alih pimpinan MNLF dari Misauri yang terus mendabik dada sebagai pengerusi.

Bagi mengelakkan kekeliruan, majlis syuranya telah mengambil keputusan menggantikan perkataan ‘Kebangsaan’ dengan perkataan ‘Islam’. Maka ‘Pergerakkan Pembebasan’ yang sebenarnya kini adalah ‘Pergerakan Pembebasan Islam Moro’ (MILF) yang matlamatnya adalah untuk mengembalikan kedaulatan Negara Islam Moro.

Mujahid-mujahid Islam Moro terdiri daripada;

* 120,000 orang Tentera Islam dengan lebih 80% daripdada mereka bersenjata lengkap.
* Lebih 300,000 pejuang-pejuang umum.

Matlamat Jihad MILF adalah :

* Untuk meninggikan Kalimah Allah
* Untuk mendapatkan keredhaan Allah
* Untuk menguatkan hubungan manusia dengan Penciptanya
* Untuk menguatkan hubungan sesama manusia
* Untuk mendapatkan semula hak-hak Umat Islam Moro yang dirampas
* Untuk menegakkan sebuah negara Islam yang merdeka dan menjalankan Syariah Islam.

05/05/98 Abu Aqeedah
Mati Hanya Sekali, Jadikannya Pada Jalan Allah





Hope for Gaza: Prayers for Peace & Mercy

5 01 2009

In the name of Allah, the Beneficent, the Merciful

Assalamu Alaikum waRahmatullahi waBarakatuh

We are all aware of the suffering our brothers and sisters in Palestine have endured over the last 60 years. The situation has now escalated to crisis point, and over 400 have been killed, not to mention the thousands who have been injured both physically and mentally with the unjust torture they have witnessed. We’ve conducted rally’s, wrote to the organisations that are in positions of power, and signed endless petitions….Unfortunately, our efforts demanding justice have been ignored.

As Muslims we are aware that only Allah (subhanahu wa ta’ala) can help us in times of need, when we have been ignored by organisations that can make changes, when our efforts are fruitless, what do we do? We turn to Allah (subhanahu wa ta’ala!!)

This is a plea to all Muslims out there, to unite, to stand together and pray for our brothers and sisters in Palestine. We cannot disregard the power of dua, and in times like this, when we feel we have little or no control, we can turn to The One who has All Control and Power.

We have decided to call for the following campaign, to coincide with the current month of Muharram that we are in and the day of Ashura. This campaign will require two days of your time and for all who can participate, here are the requirements:

*

To fast for the 9th and 10th of Muharram
*

To stand in Qiyam ul Layl (Night Prayer) on the night of the 9th and 10th of Muharram

If you cannot do the full two days, then please do what you can, even if it’s just an hour of ‘Ibadah. We must remember that our fasting and praying (as with all forms of ‘Ibadah) are done for the pleasure of Allah (subhanahu wa ta’ala) and for Him alone. However, the virtues of the dua of a fasting person, and the dua of one who has forsaken their sleep have been highlighted in the following hadith:

The Messenger of Allah (sallahu alayhi wa sallam) said; Three supplications will not be rejected (by Allah (subhanahu wa ta’ala)), the supplication of the parent for his child, the supplication of the one who is fasting, and the supplication of the traveler. [al-Bayhaqi, at-Tirmidhi - Sahih]

Abu Hurairah (radiuallahu anhu) narrated that Allah’s Messenger (sallahu alayhi wa sallam) said: ‘In the last third of every night our Rabb (Cherisher and Sustainer) (Allah (subhanahu wa ta’ala) descends to the lower-most heaven and says; “Who is calling Me, so that I may answer him? Who is asking Me so that may I grant him? Who is seeking forgiveness from Me so that I may forgive him?”‘ [Sahih al-Bukhari, Hadith Qudsi]

We sincerely ask for the Ummah to do what they can, there are many of us, and together we CAN make a difference, we can make a CHANGE. Let’s show others how we conduct ourselves in hard times, how we show patience and perseverance, and most importantly, how we unite in times of hardship.

The Messenger of Allah (sallahu alayhi wa sallam) said: “Believers are like a structure, parts of which support one another. The believers, in regard to mutual love, affection, fellow-feeling is that of one body; when any limb of it aches, the whole body aches, because of sleeplessness and fever.” [Sahih al-Bukhari & Muslim]

Please circulate this email to your friends, family, to local Masjids, College/Universities, and Community Centre’s etc… Let’s make this a collective effort.

Insha’Allah we are successful in our efforts. May Allah (subhanahu wa ta’ala) help all the Muslims who are suffering around the world, may He listen to our sincere duas and forgive us of our sins. Ameen.

More info can be found at

http://justquraan.wordpress. com/2009/01/02/gaza-in-need/

JazakAllahu khairan

Wa Salamu Alaikum

A Palestinian man places a green Islamic flag used by the militant group Hamas on the rubble of a destroyed mosque after an Israeli air strike in Gaza

Article 1

http://www.independent…

Article 2

http://www.independent…
Human Appeal International
Victoria Court
376 Wilmslow Road
Fallowfield
Manchester
M14 6AX
United Kingdom

Telephone
0044 (0) 161 225 0225

Facsimile
0044 (0) 161 225 0226

Donate at

http://humanappeal.org.uk

GAZA

IslamicTube.net is a non-profit Dawah Project aimed to provide an alternative on the Web.





Sayangku padaMu

3 01 2009

Wahai pengusa Alam yang Agung, tibakanlah aku pada kehadliratMu. Satukan aku bersama hamba-hambaMu yang tercinta. Penuhi jiwa dan seiisi hatiku dengan curahan rahmatMu, rabb.
Ketahuilah Rabb, bahwa hamba sangat mencintaiMu lebih dari yang hamba ucapkan ini. Segala nafas dan denyut nadiku semoga menjadi setiap tasbih menyebut asmaMu. Dan setiap perjuangan ku langkahkan ku arahkan ke kiblatMu.
Rabb, tiada daya dan kuasa hamba menghadapi segala ujianMu. Kecuali engkau mudahkan.





Tips Umum Membuat Resume

3 01 2009

Resume atau riwayat singkat yang berisi pengalaman dan ketrampilan yang dimiliki oleh seseorang yang melamar sebuah pekerjaan amatlah menentukan bagi dipilih atau tidaknya si pelamar untuk masuk ke tahapan selanjutnya dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan. Resume yang dibuat dengan baik akan mempermudah pembacanya (baca: recruiter) dalam mengevaluasi kualifikasi yang dimiliki oleh si pelamar.

——————-
Pentingnya membuat resume yang dirancang secara khusus (bukan menjiplak model resume orang lain) seringkali tidak disadari oleh si pelamar. Dalam banyak kasus masih sering dijumpai bahwa pelamar justru menggunakan format resume yang sudah baku dengan cara membeli formulir resume yang dijual di toko-toko buku atau pun mendownload formulir yang terdapat di websites. Memang hal ini tidaklah sepenuhnya salah, namun demikian si pelamar hendaklah mempertimbangkan apakah format tersebut sudah cocok dengan karakter dirinya. Apa yang terjadi jika ternyata format baku tersebut, setelah diisi oleh pelamar, ternyata justru banyak menyisakan ruang kosong alias tidak dapat diisi semuanya. Bukankah hal demikian justru dapat menyebabkan si pelamar tampak penuh dengan kekurangan di mata si pembaca resume tersebut. Selain itu resume menjadi tidak enak untuk dilihat.

Dalam kompetisi memperebutkan pekerjaan di tengah – tengah situasi ekonomi yang tidak menggembirakan saat ini, ditambah lagi dengan banyaknya jumlah pencari kerja, tidak jarang para pengusaha (baca: orang yang mempekerjakan) harus meluangkan banyak waktu untuk menyeleksi para calon pekerja yang berkualitas. Mengingat bahwa satu jabatan yang lowong bisa dilamar oleh ratusan bahkan ribuan pelamar, maka pengusaha sangat mengandalkan resume pelamar untuk menyaring/menyeleksi mereka untuk dipanggil wawancara atau test dalam proses berikutnya. Dengan kondisi demikian maka pelamar yang tidak dapat membuat resume yang dapat menggambarkan kualitas dirinya dalam bentuk resume yang menarik, padat, dan lugas akan sangat kecil kemungkinannya untuk dipanggil. Alangkah sayangnya jika pelamar ternyata sangat menguasai bidang yang dilamarnya tetapi gagal hanya karena resume yang dibuatnya tidak berkenan di hati pengusaha/pembaca.

Dengan membuat resume secara menarik, padat dan lugas si pelamar sebenarnya memperoleh manfaat yang sangat besar bagi dirinya karena ia telah mampu:

Memberikan fakta-fakta tentang latar belakang pelamar.
menunjukkan kualifikasi yang dimiliki sehingga layak untuk memangku jabatan yang dilamar memperlihatkan tujuan karir yang diinginkannya.

Sumber: http://info-pekerjaan.blogspot.com