Dia adalah adiku. Husnudzon ya!

29 11 2008


Subhanallah..hanya satu kata yang bisa ku ucapkan. Karena ku tak bisa mendeskripsikan betapa bahagianya aku bertemmu dengan adik tiriku.

Ya Allah, sudah hampir 8 tahun aku baru melihat dia. Seketika ku terkejut melihat tubuhnya. Tinggi, dan langsing. Adiku sudah besar. Padahal dahulu tubunya setengah tinggi dari tubuhku. Sekarang hampir melebihi aku.

Segenap suka cita yang bercampur haru ketika ku bersalaman dengannya. Wajahnya tampak mirip seperti Dea Imut, artis remaja. Benar kata orang, adik tiriku jauh berbeda dengan orang tuanya. Hmm. Subhanallah adik tiriku cantik sekali.

Aku dapat merasakan betapa sudah lama dirinya membutuhkan kasih sayang seorang ayah. Memang ayahku jarang sekali menjenguknya. Kasian adiku. Dan baru saat ini mungkin dia dapat merasakan wakil dari kasih sayang seorang ayah. Yaitu aku, kakak tirinya.

Betapa aku sangat menyayangi adik tiriku. Hingga ku bertekad suatu saat aku harus bisa membuatnya hidup lebih bahagia. Menyekolahkan dia di sekolah yang terbaik, memberikan motivasi dan semangat di kala ia lemah. Membuat dia dapat tersenyum bangga. Bangga memiliki seorang kakak yang peduli. Bahkan mungkin aku bisa menjadi wali yang menikahkan dia pada calon pendamping hidupnya.

Ya Allah jagalah adik tiriku itu.Bimbinglah setiap langkahnya di jalan keselamatan. Sampaikanlah salam sayangku untuk adikku.


Tindakan

Information

Tinggalkan komentar