Anugerah Cinta hakiki

29 11 2008

Subhanallah sekalee…kalo lagi2 ngomongin cinta..cinta..dan cinta. Kayaknya semua orang tu ga bakalan bisa terlepas dari cinta. Apa lagi yang lagi pada mature. Uh pasti tu! Jadi begini. Maksud kedatangan saya kesini nih. (Eh ko malah kaya tamu z). Ana hendak mengungkap apa ci tu cinta? Yang sering bikin kita mabuk kepayang. Untung ga nyampe muntah. Hehe..Ga dink.

Cinta yang yang kita rasakan kepada seorang lawan jenis bisa dikelompokan menjadi beberapa kategori berdasarkan tujuannya. Ni menurut penelitian saya sejauh 20 mil, eh,,,20 tahun gitu.

Awalnya kita ada sekarang bermula dari kedua orang tua kita kan? Ga langsung jadi. Jleg gitu ke bumi. Lucu! Nah tentu dari adanya kita ini, sebelumnya sempat terjalin satu pembuahan..kalo di tanaman mah. Alias kalo di manusia ya pernikahan.





Nasyid dijamin kaga bakalan bikin BeTe!

29 11 2008

Nasyid. Kamu suka nasyid apa, teman? Yang warna kuning, merah, atau yang biasa za? Yupz,, tanpa nasyid kita pasti lapar. Ngerasa “duh,, kaga nahan!!”. (kamu ngomongin apa ci?)…
Hehe…sory peace ah! Ana cuma bercanda. dikit. Ana lagi ngomongin
“nasyid goreng”.

Eh, kirain teh nasyid beneran!

Ya udah, ana sekarang mah mau serius ah. dikit..! Oya, sobat, antum tentu tau dong apa tu nasyid! Yang ana maksud sekarang ni berkaitan dengan musik. “Nasyid Musik of my Country,,,oh my country!” nyanyi dikit.hehe…

Sobat, betapa kita sering merasa nikmat dan wah sekali apabila lagi denger nasyid. antum tau kan, lirik-lirik nasyid itu bisa bikin kita naik iman. (Beneran deh…!) Soalnya, hati kaga bisa diboongin dah! Sekali ngerasa cinta ma Allah, tetap selamanya juga bakalan cintrong abis. Ya emang kan, Allah is our The One God!.





My Lovely

29 11 2008

Duh,subhanallah….deh!!!! Kangen berat emang kalo udah 1 tahun ga ketemu. Meni dipluk gitu ya?? Ni adalah anaknya paman aku, Namanya ci Agung Maulana.





Dia adalah adiku. Husnudzon ya!

29 11 2008


Subhanallah..hanya satu kata yang bisa ku ucapkan. Karena ku tak bisa mendeskripsikan betapa bahagianya aku bertemmu dengan adik tiriku.

Ya Allah, sudah hampir 8 tahun aku baru melihat dia. Seketika ku terkejut melihat tubuhnya. Tinggi, dan langsing. Adiku sudah besar. Padahal dahulu tubunya setengah tinggi dari tubuhku. Sekarang hampir melebihi aku.

Segenap suka cita yang bercampur haru ketika ku bersalaman dengannya. Wajahnya tampak mirip seperti Dea Imut, artis remaja. Benar kata orang, adik tiriku jauh berbeda dengan orang tuanya. Hmm. Subhanallah adik tiriku cantik sekali.

Aku dapat merasakan betapa sudah lama dirinya membutuhkan kasih sayang seorang ayah. Memang ayahku jarang sekali menjenguknya. Kasian adiku. Dan baru saat ini mungkin dia dapat merasakan wakil dari kasih sayang seorang ayah. Yaitu aku, kakak tirinya.

Betapa aku sangat menyayangi adik tiriku. Hingga ku bertekad suatu saat aku harus bisa membuatnya hidup lebih bahagia. Menyekolahkan dia di sekolah yang terbaik, memberikan motivasi dan semangat di kala ia lemah. Membuat dia dapat tersenyum bangga. Bangga memiliki seorang kakak yang peduli. Bahkan mungkin aku bisa menjadi wali yang menikahkan dia pada calon pendamping hidupnya.

Ya Allah jagalah adik tiriku itu.Bimbinglah setiap langkahnya di jalan keselamatan. Sampaikanlah salam sayangku untuk adikku.